Assalamualaikum, ladies and gentlement,
Selama beberapa hari kedepan meorangesta akan berbagi bagaimana perjalanan panjang membuat Apps yang sederhana "Juragan Pulsa Ultimate". jreeeeng
Udah jadi loh, Sok ke TKP
Ibarat kehidupan friendzone, keliatanya baik, perhatian, seru, kitanya udah nanggepin serius, eh cuman dianggep temen akhirnya, duh.. sakit nya tuh disini..
awrait, kita awali dengan yang ringan, jangan bosen baca yah :3
Blog pengembangan Apps udah berjubel di mana-mana, tapi percayalah, cuman ini yang akan mengemasnya dengan ringan dan bisa dinikmati. Banyak basa basi ketimbang ilmunya sebenernya, tapi gapapa, yang penting happy develop. buahaha..
Intro
Sekarang ini pendidikan sangat digadang-gadang oleh pemerintah menjadi kemajuan bangsa. Orang bilang dengan pendidikan kita bisa mendapatkan masa depan yang cerah. well
Ngomong-ngomong soal manfaat pendidikan, percaya ga percaya, pelajaran yang kita pelajari dikelas itu yang kepake di dunia nyata cuman 0.0021 per mil. wuiii
Memang pada dasarnya, pelajaran dikelas itu bukan untuk diamalkan, tapi untuk dikembangkan.
Ga percaya? Psikiatris, Dokter umum, Politikus, Tukang becak, semuanya bisa hidup sampai mungkin 20000 tahun lagi tanpa benar-benaar mengerti arti dari aLOGb. Ya kan?
Mulai serius
Nah, begitu juga dengan pelajaran ane di kelas. Semester ini ada yang namanya MaKul RPL(Rekayasa Perangkat Lunak). Dosennya dua, yang abis UTS dosennya cantik, masih muda, baik hari, dan mengajar dengan konsisten. ekhem
Di MaKul ini diajarin apa itu software development Model. SDM itu menjelaskan bagaimana tahapan seorang developer dapat mengembangkan aplikasi dengan efisien. Disana ada waterfall model, prototyping, RAD, hybrid, dan masih banyak lagi.
Semua SDM tersebut sangat terstruktur dengan baik, sudah diuji oleh banyak developer pastinya. Pastinya, butuh waktu yang lama untuk memelajarinya.
Banyak developer newbie(saya sangat sangat termasuk) yang bingung harus mulai dari mana untuk bisa mengembangkan aplikasi. Gimana bikin software, boro-boro bikin, ini belajar aja bingung, boro-boro belajar, liat bendanya aja jarang.
Tegang
Bagaimanapun, developing Apps adalah panggilan jiwa. Mau ga mau kita harus cari jalan untuk menempuhnya kan?. Nah, meorangesta ada beberapa solusi untuk mengatasi syndrome unrealistic learning gap ini. Semuanya dirangkum dalam Model DSJ(Dipikir Sambir Jalan) berikut langkahnya.
Selama beberapa hari kedepan meorangesta akan berbagi bagaimana perjalanan panjang membuat Apps yang sederhana "Juragan Pulsa Ultimate". jreeeeng
Udah jadi loh, Sok ke TKP
Cakep kan? hehehe. Udah, ga usah repot-repot rating :").
Apps sengaja dibikin didepan baru cerita perjalananannya belakangan. Takutnya nanti meorangesta memperkenalkan sesuatu yang belum tentu ada.Ibarat kehidupan friendzone, keliatanya baik, perhatian, seru, kitanya udah nanggepin serius, eh cuman dianggep temen akhirnya, duh.. sakit nya tuh disini..
awrait, kita awali dengan yang ringan, jangan bosen baca yah :3
Blog pengembangan Apps udah berjubel di mana-mana, tapi percayalah, cuman ini yang akan mengemasnya dengan ringan dan bisa dinikmati. Banyak basa basi ketimbang ilmunya sebenernya, tapi gapapa, yang penting happy develop. buahaha..
Intro
Sekarang ini pendidikan sangat digadang-gadang oleh pemerintah menjadi kemajuan bangsa. Orang bilang dengan pendidikan kita bisa mendapatkan masa depan yang cerah. well
Ngomong-ngomong soal manfaat pendidikan, percaya ga percaya, pelajaran yang kita pelajari dikelas itu yang kepake di dunia nyata cuman 0.0021 per mil. wuiii
Memang pada dasarnya, pelajaran dikelas itu bukan untuk diamalkan, tapi untuk dikembangkan.
Ga percaya? Psikiatris, Dokter umum, Politikus, Tukang becak, semuanya bisa hidup sampai mungkin 20000 tahun lagi tanpa benar-benaar mengerti arti dari aLOGb. Ya kan?
Mulai serius
Nah, begitu juga dengan pelajaran ane di kelas. Semester ini ada yang namanya MaKul RPL(Rekayasa Perangkat Lunak). Dosennya dua, yang abis UTS dosennya cantik, masih muda, baik hari, dan mengajar dengan konsisten. ekhem
Di MaKul ini diajarin apa itu software development Model. SDM itu menjelaskan bagaimana tahapan seorang developer dapat mengembangkan aplikasi dengan efisien. Disana ada waterfall model, prototyping, RAD, hybrid, dan masih banyak lagi.
Semua SDM tersebut sangat terstruktur dengan baik, sudah diuji oleh banyak developer pastinya. Pastinya, butuh waktu yang lama untuk memelajarinya.
Banyak developer newbie(saya sangat sangat termasuk) yang bingung harus mulai dari mana untuk bisa mengembangkan aplikasi. Gimana bikin software, boro-boro bikin, ini belajar aja bingung, boro-boro belajar, liat bendanya aja jarang.
Tegang
Bagaimanapun, developing Apps adalah panggilan jiwa. Mau ga mau kita harus cari jalan untuk menempuhnya kan?. Nah, meorangesta ada beberapa solusi untuk mengatasi syndrome unrealistic learning gap ini. Semuanya dirangkum dalam Model DSJ(Dipikir Sambir Jalan) berikut langkahnya.
- Persiapkan Mental : Jangan bandingkan diri dengan teman-teman yang udah dewa. Bandingkan dengan masa lalu kamu. Kalo kamu berhasil membuat apps tambah-tambahan hari ini. You are awesome dude. Kemaren kamu cuman seorang imbas-imbis today you make an apps !. Intinya berkembang, you are better than you were yesterday. Seberapa pun kecilnya perkembangnya berkembanglah !.
- Amati kebutuhan : Dimulai dari kamu sendiri, banyak orang yang pingin develop apps ini itu, tapi orang yang butuh ga bener-bener ada(saya juga begini dulu). Frankly speaking, ini ga ada gregetnya. Untuk awal-awal pengembangan, buatlah diri kamu sendiri sebagai client. Client yang maha tau mau seperti apa apps nya, jadi nanti arah nya jelas. Ini keliatan sepele, tapi percayalah, ini sangat berpengaruh.
- Belajar per bagian : Setelah kita tahu mau buat seperti apa, kita daftar fiturnya, setelah itu kita cari satu-satu di internet atau sumber lain. Kita dapat informasinya, implementasi, analisa, dan amati hasilnya. Terus kembangkan sampai fitur itu selesai baru lanjutkan ke fitur selanjutnya.
- Belajar dari diri sendiri : Sembari menambah terus fitur yang dibutuhkan, baca terus kode yang telah kamu tulis untuk fitur sebelumnya. Kamu akan terlatih menghubungkan suatu fitur dan fitur lain. Percayalah, suatu saat kamu akan menggunakaya lagi. You are not only developing your apps, but also yourself !.
- Poles Apps kamu : Hilangkan bug dari Apps cakep kamu, ini juga membantu kamu memahami ulang apa yang sudah kamu kerjakan.
- Pamerkan Apps kamu : Bubuhkan sedikit kesombongan dalam diri kamu, buahaha. Pamerkan ke orang-orang. Minta review dan masukkan dari orang lain. Dengan demikian hati kecilmu akan mendapatkan feedback, dan ini sangat penting.
Voila, secara tidak disadari, Apps kamu selesai dalam waktu yang cepat. Meorangesta juga yakin ada kepuasan disana. Itulah yang disebut memenuhi panggilan jiwa O:).
Itu aja dudes, jangan lupa, 6 langkah penting. Siapa tau SDM ini akan masuk kurikulum S1 Teknologi Informasi 2014.
Terimakasih, tunggu posting selanjutnya,
wassalamualaikum laides and gentlemen.
*tuing tuing
ReplyDelete